HUBUNGAN SOSIALISASI DONOR DARAH MELALUI TIKTOK DENGAN KEINGINAN DONOR DARAH PADA MASYARAKAT KABUPATEN BENER MERIAH
Keywords:
Donor darah, TikTok, Sosialisasi, Media Sosial, Minat MasyarakatAbstract
Latar Belakang: Pengambilan darah secara sukarela dari seseorang untuk disimpan dan
digunakan dalam tujuan medis, terutama untuk transfusi darah kepada pasien, dikenal
sebagai donor darah. Pemenuhan kebutuhan darah dihambat oleh rendahnya tingkat
partisipasi masyarakat dalam donor darah. TikTok adalah salah satu media sosial yang
menarik dan mudah diakses yang dapat digunakan masyarakat. Tujuan penelitian: Studi ini
menyelidiki bagaimana sosialisasi donor darah melalui TikTok berkorelasi dengan keinginan
masyarakat Kabupaten Bener Meriah untuk donor darah. Metode: Penelitian ini dilakukan
menggunakan pendekatan observational analitik yang dirancang dengan cara cross-sectional.
Studi ini melibatkan 180 orang; sampel diambil menggunakan Tabel Isaac dan Michael
dengan taraf kesalahan 5%;119 orang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling
berdasarkan kriteria usia 17 hingga 40 tahun dan pengguna aktif TikTok. Data dikumpulkan
melalui kuesioner online yang mengukur paparan konten pendidikan tentang donor darah di
TikTok dan keinginan responden untuk melakukannya. Hasil: Setelah melihat konten
edukatif di TikTok, 73,8 persen responden memiliki keinginan untuk donor darah, dan
sebagian besar responden (59,3 persen) merasa penting untuk donor darah setelah membaca
informasi di platform tersebut. Kesimpulan:Ada hubungan signifikan antara sosialisasi di
TikTok dan keinginan untuk donor darah masyarakat di Kabupaten Bener Meriah (p = 0,001;
r = 0,198), menurut analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rho.


