KORELASI ANXIENTY STATE PADA CALON PENDONOR PEMULA DENGAN REAKSI PASCA DONOR DARAH
KORELASI ANXIENTY STATE PADA CALON PENDONOR PEMULA DENGAN REAKSI PASCA DONOR DARAH
Abstract
Anxienty merupakan suatu perasaas yang merasa gelisah dan was-was, misalnya pasca donor mengalami pusing, mual dan atau muntah, dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa sering dan apa saja jenis reaksi fisik yang tidak diinginkan (seperti pusing, mual, pingsan, dan memar) yang dialami oleh pendonor baru setelah darah mereka diambil. Jenis penelitian yang digunakan yaitu obeservasional analitik dengan studi cross sectional. Populasinya semua pendonor pemula di UTD PMI Kabupaten Tangerang sebanyak 250 responden. Besar ampel dengan taraf kesalahan 5% dihitung berdasarkan tabel isac dan Michael yaitu 149 responden. Pengumpulan data menggunkan data primer dan data sekunder yaitu kuesioner tertutup dan lembar observasi. Teknik Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji korelasi chi squre dengan bantuan peogram SPSS IBM versi 26. Hasil penelitian didapatkan uUsia responden terbanyak 19-40 tahun (69,1%), jenis kelamin 86 (57,7%), golongan darah O 74 (49,7%). mengalami anxienty state ringan 134 responden (89,9%) dan reaksi pasca donor 71 (47,7%). Hasil dari analisis korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,112 > 0,05 dan kekuatan hubungan antara kedua variabel ini menunjukkan angka rho -0,131. Kesimpulannya yaitu tidak ada hubungan secara statistik antara kecemasan dan reaksi setelah donor darah. Kekuatan korelasi antara keduanya sangat lemah.


