DETEKSI TOKSOPLASMOSIS PADA DARAH DONOR BERDASARKAN KARAKTERISTIK GOLONGAN DARAH B DI PMI BATAM
Keywords:
Darah Donor, ELISA, ToxoplasmaAbstract
Latar Belakang : Uji saring setiap kantong darah diharuskan bebas dari infeksi
penyakit menular. Setiap kantong darah hanya dikeluarkan jika hasil uji saring non
reaktif. Toksoplasmosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan Txoplasma
gondii yang dapat ditularkan melalui tranfusi darah. Prevelensi toksoplasmosis di
Indonesia berkisar 2-51%. Berbagai survei di Indonesia menyatakan bahwa infeksi
ini relatif tinggi seperti di wilayah Yogyakarta dan Bali. Toksoplasmosis rentan
terhadap kelompok wanita usia produktif dan dapat menulakan ke janin, diketahui
bahwa prevelensi Toksoplasmosis pada wanita usia produktif sebesar 61.7%
Tujuan : Mengetahui karakteristik golongan darah B dan hasil pemeriksaan
Toksoplasmosis di PMI Batam.
Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross
sectional. Jumlah sampel 30 sampel yang ditentukan dengan teknik total sampling.
Penelitian ini menggunakan data sekunder kemudian diolah dengan analisa
univariat dan bivariat melalui Microsoft Excel dan SPSS IBM Statistic versi 26.
Hasil : Penelitian dilakukan pada Desember 2022 – Mei 2023 di PMI Batam pada
30 darah donor dengan golongan darah B. Analisis data yang digunakan berupa
analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan hasil pemeriksaan antibodi IgM
Toxoplasma gondii dengan metode ELISA menunjukan seluruh sampel memiliki
nilai absorbansi kurang dari cut off. Nilai cut off yang digunakan dalam penelitian
ini adalah 0,15.
Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan seluruh sampel negatif antibdi
IgM Toxoplasma gondii. Sehingga darah donor dinyatakan bebas dari infeksi
toksoplasmosis.


