STUDI KASUS PEMETAAN PARTISIPATIF MASYARAKAT PADA DAERAH TERDAMPAK BANJIR BENGAWAN SOLO DI KELURAHAN SEWU KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA

Authors

  • admin admin
  • Acintya Nurmaya
  • Preti Askunala Wikan
  • Randy Alihusni Wardana

Keywords:

Spasial, Banjir, PGIS, Pemetaan Partisipatif, Peta Area

Abstract

Latar Belakang: Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang dilewati aliran
Sungai Bengawan Solo. Secara Spasial, kondisi geografisnya yang berada di
dataran rendah menyebabkan seringnya terjadi banjir akibat luapan air Sungai
Bengawan Solo.
Salah satu wilayah terdampak dan merupakan wilayah dengan kerawanan tinggi
terhadap bencana banjir yaitu Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota
Surakarta. Wilayah padat penduduk yang tinggal di bantaran sungai berbanding
lurus dengan frekuensi banjir yang tinggi, diperlukan pengetahuan masyarakat
mengenai potensi wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap
bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui luas wilayah
terdampak banjir dan jarak maksimal genangan air di wilayah bantaran Sungai
Bengawan Solo.
Metode: yang digunakan yaitu pemetaan partisipatif dengan wawancara warga
lokal. Hasil dari penelitian ini diperoleh luas wilayah terdampak yaitu 0,46 km².
Sedangkan jarak maksimal genangan air di bantaran sungai yaitu 0,08 km².
Kesimpulan: genangan air luapan Sungai Bengawan Solo dapat menggenangi
seluas 0,46 km² dengan jarak maksimal 0,08 km² Sehingga masyarakat di wilayah
tersebut perlu selalu meningkatkan kesiapsiagaan terutama jika curah hujan tinggi.

Downloads

Published

2022-02-08 — Updated on 2022-02-17

Versions